Gerakan Masyarakat Peduli Kanker Serviks dengan IVA (GEMASNYA PERI DIVA): Upaya Terbaru dalam Deteksi Dini di Kabupaten Tangerang

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker di Indonesia, dengan angka kasus yang terus mengkhawatirkan. Dalam upaya menanggulangi masalah ini, Kabupaten Tangerang memperkenalkan inovasi kesehatan yang signifikan, yakni Gerakan Masyarakat Peduli Kanker Serviks dengan IVA (GEMASNYA PERI DIVA). Gerakan ini memanfaatkan metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) sebagai alat utama dalam deteksi dini kanker serviks, sebuah langkah strategis yang diharapkan dapat mengurangi angka kematian dan meningkatkan kualitas hidup perempuan.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kanker serviks adalah salah satu penyakit dengan tingkat kematian tertinggi di negara ini (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2022). Masalah utama yang sering dihadapi adalah rendahnya kesadaran masyarakat mengenai kanker serviks dan keterbatasan akses terhadap pemeriksaan yang memadai (Pradono, 2020). Dalam konteks ini, penggunaan metode IVA menjadi solusi yang sangat relevan. IVA adalah metode sederhana, murah, dan efektif yang melibatkan aplikasi asam asetat pada leher rahim untuk mengidentifikasi perubahan jaringan yang abnormal (Pamungkas, 2018). Teknik ini dapat dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat primer, menjadikannya lebih mudah diakses bagi masyarakat luas.

Regulasi di Indonesia, seperti Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2014, memberikan landasan hukum yang solid untuk implementasi gerakan ini. Undang-undang tersebut mengatur berbagai aspek kesehatan, termasuk pencegahan dan penanganan penyakit kanker serviks, sementara peraturan menteri memuat pedoman khusus tentang pelaksanaan pemeriksaan IVA di tingkat primer. Kedua regulasi ini memastikan bahwa IVA dilakukan dengan standar kualitas yang tinggi, memberikan hasil yang akurat dan dapat diandalkan.

GEMASNYA PERI DIVA mengusung pendekatan inovatif dalam pencegahan kanker serviks dengan menggabungkan beberapa elemen kunci. Pertama, pendekatan komunitas yang melibatkan kelompok perempuan, komunitas desa, organisasi non-pemerintah, dan lembaga pemerintah. Melalui partisipasi aktif masyarakat, gerakan ini berusaha meningkatkan kesadaran dan mendorong pemeriksaan IVA secara luas. Kedua, fokus pada pendidikan dan kesadaran melalui kampanye penyuluhan, seminar, dan distribusi materi edukatif. Kampanye ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan IVA dan pencegahan kanker serviks.

Selanjutnya, kerjasama multisektoral menjadi pilar utama dalam gerakan ini. Dengan melibatkan berbagai pihak seperti pemerintah, lembaga kesehatan, organisasi masyarakat sipil, dan sektor swasta, GEMASNYA PERI DIVA berupaya menciptakan sinergi yang kuat dalam upaya pencegahan kanker serviks. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas layanan pemeriksaan IVA dan memastikan keberlanjutan program dalam jangka panjang.

Rancang bangun inovasi ini mencakup pembentukan tim koordinasi yang terdiri dari ahli kesehatan, perwakilan masyarakat, akademisi, dan pemerintah untuk merumuskan strategi dan mengatur kegiatan. Selain itu, pelatihan dan sertifikasi akan diberikan kepada petugas kesehatan dan sukarelawan untuk memastikan kompetensi mereka dalam melaksanakan pemeriksaan IVA. Kampanye pendidikan akan dilakukan di berbagai tingkatan, termasuk posyandu, perusahaan, dan organisasi seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Teknologi juga dimanfaatkan melalui aplikasi mobile untuk mengingatkan jadwal pemeriksaan IVA, serta sistem manajemen data pasien yang terintegrasi untuk pelacakan hasil pemeriksaan. Jejaring sosial digunakan untuk berbagi informasi dan dukungan antara perempuan yang terlibat dalam gerakan ini.

Hasil dari GEMASNYA PERI DIVA menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah pemeriksaan IVA di kalangan wanita usia subur di wilayah kerja UPTD Puskesmas Balaraja. Dengan adanya gerakan ini, diharapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam deteksi dini kanker serviks dapat terus meningkat, sehingga meminimalkan risiko dan dampak penyakit tersebut secara efektif.